Usaha Jahe
Nama
Usaha : “Sirup zinger
fruit ” (Sirup Jahe Aneka
Rasa)
Rasa
Strawberry, Blueberry, Coklat, Vanilla, Mocha, Susu
Bidang
Usaha : Sirup / Minuman
Jenis Produk : Jahe
1.1 Latar Belakang
Saat
ini semakin banyak bumbu, minuman, obat-obatan, kosmetik dan jamu yang berbahan
dasar jahe. Atas dasar tersebut saya melihat adanya peluang usaha untuk memulai
bisnis usaha jahe ini dengan diolah menjadi sirup. Meningkatnya
laju pertumbuhan penduduk dan permintaan kebutuhan industri dan pakan turut
mendorong perkembangannya. Investasi industri pengolahan jahe memiliki
prospek yang cukup baik karena banyak sekali pohon industri yang bisa
dihasilkan dari
tanaman jahe. Banyak produk pangan maupun non pangan yang berbahan
baku jahe, seperti bumbu jahe jadi, minuman/wedang, jamu, obat-obatan, dan kosmetik. Besarnya minat
masyarakat akan jahe,
menjadikan potensi
bisnis olahan jahe cukup
menjanjikan. Karena itu kami memilih untuk mengembangkan ”Sirup zinger fruit”, sebuah produk olahan jahe berupa sirup jahe. Selain
mempertimbangkan kemudahan dalam pengolahan, dengan berbagai inovasi yang dilakukan
dibandingkan produk jahe lainnya, ”Sirup zinger
fruit” berpotensi
untuk dikembangan di wilayah sekitar jambi dan kota lainnya bahkan untuk di ekspor. Hal ini
didukung pula oleh luasnya segmentasi pasar yang dicakup oleh produk jajanan
ini.
Dengan
mengolah jahe merah ini menjadi sirup aneka rasa saya yakin akan membuka
kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar karena permintaan minuman
jahe cukup terbilang tinggi dan juga prospek yang cerah untuk jangka panjang.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari dibuatnya rencana usaha ini adalah :
1. Untuk memberikan gambaran
usaha, sehingga bisa mempersiapkan permodalan awal dengan tepat.
2. Untuk pengarahan
sehingga mampu mengaplikasikan rencana usaha dengan baik.
3. Sebagai gambaran
yang bisa diaplikasikan oleh calon pengusaha lain yang ingin berbisnis usaha
sirup jahe.
1.3 Visi dan Misi Usaha
Visi dari program ini adalah :
·
Mambangun
skala usaha yang luas
·
Meningkatkan
market share dan jumlah konsumen
·
Mengembangkan
usaha jauh lebih maju untuk kedepannya, dengan penjualan yang lebih meningkat dan
secara continue.
Misi dari program ini adalah:
·
Menciptakan
minuman berupa sirup jahe dengan berbagai variant / aneka rasa yang
bermacam-macam sehingga konsumen tidak bosan hanya dengan 1 rasa original
·
Mengembangkan
produk dengan menambah inovasi produk dan kreativitas
1.4 Penjelasan Produk
Jahe
yaitu salah satu rempah-rempah yang sangat populer dimasyarakat kerena
rasanya yang pedas dan bisa menghangatkan badan, yang tentu saja juga kaya
manfaat seperti mengobati masuk angin, mengurangi rasa mual, batuk dan gejala
flu dan masih banyak lainnya.
Salah satu ciri khas dari jahe jika
ditinjau dari rasanya adalah terasa pedas jika dikunyah namun sangat berbeda
dengan rasa pedas dari cabe, hal ini karena jahe mengandung senyawa keton yang
dikenal sebagai zingeron dan beberapa senyawa-senyawa yang lain.
Nama binomial dari rempah-rempah ini
adalah Zingiber officinale yang merupakan salah satu jenis tanaman rimpang atau
rizoma karena batang tumbuh menjalar dibawah tanah dan bisa menghasilkan tunas
dan akar baru. Selain itu jahe juga hanya bisa tumbuh di daerah tropis dan
menjadi komoditas ekspor di negara-negara Eropa, karena seperti kita tahu di negara-negara
tersebut mengalami musim salju yang suhunya mencapai dibawah nol derajat
celcius.
Jahe sendiri sering digunakan untuk
berbagai keperluan dan salah satunya sebagai minuman penghangat badan ketika
cuaca sangat dingin. Sehingga ketika kita pulang kerumah kehujanan, habis
mandi, atau begadang ditengah malam alangkah nikmatnya jika kita menikmati
minuman ini.
1.5 Deskripsi
Umum Mengenai Usaha
”Sirup zinger
fruit” adalah sirup herbal yang terbuat
atau berbahan dasar jahe . Selain
digunakan sebagai bumbu, jahe juga menjadi salah satu bahan utama obat herbal
di Indonesia. Tanaman yang digolongkan ke dalam suku temu-temuan ini memang
diketahui mengandung senyawa aktif yang kompleks. Senyawa ini, jika dikonsumsi
akan memberi manfaat dan juga efek farmakologis terhadap tubuh manusia antara
lain melancarkan pencernaan, mengoptimalkan stamina tubuh, mengatasi peradangan
pada kulit termasuk jerawat, menurunkan berat badan, mereduksi tekanan darah
tinggi, membersihkan tubuh dari racun, mencegah terjadinya penggumpalan darah,
membuat pembuluh darah lebih elastis, menghangatkan tubuh dan masih banyak lagi
lainnya. Mencermati beragam khasiat ini, sangat wajar jika jahe kemudian
diracik menjadi produk instan yang memudahkan orang-orang mengkonsumsinya
setiap hari. Salah satu yang populer adalah sirup jahe. Pada dasarnya, ada
beragam produsen obat herbal yang menawarkan sirup jahe kemasan. Kebanyakan produk minuman jahe hanya
menyediakan satu varians rasa yaitu original. Di sini “Sirup Zinger Kara”
berbeda dengan produk lainnya karena menyediakan berbagai macam varians rasa
dengan aromanya yang khas yaitu Strawberry, Blueberry,
Coklat, Vanilla, Mocha, Susu,
sehingga dapat menarik para calon konsumen.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau untuk calon konsumen.
1.6 Latar
Belakang Industri
Terbentuknya “Sirup zinger fruit” dilatarbelakangi karena varian
rasa dari sirup atau minuman jahe terutama jahe yang di jual di kota kecil hanya ada jahe rasa original dan rasa susu sehingga
saya ingin membuat sirup jahe dengan varian rasa berbeda dengan menggunakan
berbagai macam varians sari buah dan mocha. Dengan varian rasa yang hanya ada jahe
rasa original dan rasa susu yang di jual di kota kecil maka akan menciptakan
peluang usaha yang baru bagi para wirausaha yang memilki ide kreatif untuk
merubah pasar bisnis.
“Sirup Zinger fruit” akan mudah dalam penjualannya
karena di kota kecil masyarakatnya menyukai hal-hal yang baru terutama hal yang
tidak pernah / jarang ada atau dijual di
kota tersebut seperti halnya “Sirup Zinger fruit” sirup jahe beraneka rasa.
Kesehatan yang sangat penting untuk
masyarakat juga melatarbelakangi industri ini karena “Sirup Zinger fruit” mempunyai manfaat yang besar atau
menyehatkan untuk para konsumen dibandingkan sirup-sirup biasa.
1.7 Sejarah
Dan Latar Belakang Perusahaan
Sejarah dan latar belakang perusahaan
ini yaitu banyaknya hasil pertanian atau budidaya jahe yang ada di indonesia
memungkinkan terciptanya banyak peluang bisnis yang muncul. Hasil pertanian
jahe yang melimpah menjadikan bahan baku untuk
“Sirup Zinger fruit”
sangat mudah ditemukan atau di dapat
sehingga dengan bahan baku tersebut terciptalah ide tentang “Sirup
Zinger fruit”.
Meskipun di
daerah jambi bukan penghasil jahe merah, namun dapat didatangkan dari profinsi
lain, selain itu belum adanya persaingan nyata di daerah jambi untuk usaha minuman
ekstract jahe merah,
1.8 Tujuan
Atau Potensi Usaha
Tujuan pembentukan “Sirup Zinger fruit” yaitu menciptakan peluang usaha baru
dengan varian rasa yang berbeda dan menciptakan peluang kerja yang baru untuk
masyarakat. Potensi usaha yaitu sangat baik dan sangat menguntungkan karena “Sirup
Zinger fruit”
sangat jarang ditemui sehingga akan menjadi bisnis usaha yang baru dan sangat
menguntungkan.
Tujuan lain dari mendirikan usaha “Sirup
Zinger Kara” ini :
1.
menambah
pengalaman untuk memulai belajar berwirausaha.
2.
memperbanyak
/ menjalin hubungan dengan pihak lain atau belajar melakukan kerja sama dengan
pihak lain.
1.9 Keunikan
produk
Keunikan
produk ini yaitu produk “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa) dengan
varian rasa yang beragam dan aroma yang berbeda sehingga akan menarik calon
pelanggan dan pelanggan akan penasaran dengan rasa dan aroma dari “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa) sehingga
pelanggan akan tertarik mencoba “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa). Kualitas produk
dan kepuasan konsumen adalah nomor satu dalam “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa).
BAB II
ASPEK PEMASARAN
2.1 STRATEGI
PEMASARAN
a)
Segementing
Saya membagi
konsumen ke dalam beberapa kelompok sebagai berikut :
-
Pasar
Lokal / Tradisional
Dalam kelompok ini merupakan produsen / pedagang yang hanya
membeli sirup jahe dalam jumlah yang tidak begitu besar karena sirup jahenya
hanya untuk di jual di pasar atau toko miliknya. Atau dengan
kata lain para pengusaha toko kecil.
-
Distributor
Dalam kelompok ini merupakan orang-orang yang menjadi
distributor sirup jahe “Sirup Zinger fruit” untuk di jual lagi
dalam pasar atau untuk di ekspor ke luar negeri. Kami menerima
dan dengan sangat terbuka apa bila ada yang hendak menjadi agen dari product
kami dengan kerjasama marketing yang baik.
-
Swalayan
/ Supermarket
Swalayan / supermarket di sini biasanya membeli produk sirup
dalam jumlah yang besar untuk di jual kembali pada konsumen.
-
Konsumen
Langsung
Yang dimaksud konsumen langsung di sini adalah orang-orang
yang langsung membeli / mengkonsumsi produk “Sirup Zinger fruit” olahan kami entah remaja, dewasa ataupun lansia
yang suka dengan minuman jahe dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah
ke atas.
b)
Targeting
Berdasarkan segmen diatas, maka saya
menjadikan konsumen Distributor menjadi target utama.
Alasannya adalah karena distributor
biasanya membeli dalam jumlah yang sangat besar untuk di pasarkan kembali
ataupun untuk di ekspor ke luar negeri.
c)
Positoning
Berdasarkan target pasar tersebut,
saya memposisikan diri sebagai penyedia / penjual sirup jahe aneka rasa “Sirup
Zinger fruit”
yang menyediakan sirup jahe dengan
berbagai macam varian rasa yang berbeda dengan produk lain bagi para konsumen.
2.2 Market
share dan kecenderungannya
Walaupun kebutuhan jahe sangat
tinggi, jahe perlu diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan sampai ke tingkat
konsumen akhir.
Jahe adalah bahan baku terbesar
kedua dalam produksi jamu setelah temu lawak. Permintaan minuman dan produk
olahan jahe, yang meningkat membuat usaha pembuatan sirup jahe saat ini
memiliki prospek bisnis yang cerah. Sayangnya, di tengah meningginya kebutuhan,
data Kementerian Pertanian malah menunjukkan, produksi jahe secara total pada
2015 justru menurun. Jika pada tahun 2014 produksi jahe mencapai 122.000 ton,
tahun ini diperkirakan hanya sebesar 108.000 ton.
Ini berarti di tengah permintaan
jahe yang melonjak, jumlah produksi malah turun sebesar 14 juta kg. Penurunan
ini terjadi karena kondisi cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini. Kebutuhan
pasar domestik yang tinggi, membuat produksi jahe untuk saat ini hanya cukup
memenuhi kebutuhan pasar lokal saja.
Ekspor jahe biasanya dilakukan untuk
produk olahan jadi, bukan jahe mentah atau kering. Ini cukup menggembirakan
sebab kita sebagai pengusaha sirup jahe “Sirup Zinger Kara” akan mendapatkan nilai tambah tinggi
karena dapat memproduksi lebih banyak sirup jahe untuk di ekspor.
Dengan
pangsa pasar di seluruh Indonesia, kita bisa meraih nilai tambah yang cukup
besar dengan menjual “Sirup Zinger fruit
dalam jumlah yang sangat besar.
2.3 Maketing Mix
a. Product (Produk)
Jenis minuman sirup jahe “Sirup
Zingerfruit” ini merupakan suatu jenis minuman herbal berbahan
dasar jahe namun terdapat banyak aneka rasa yang nikmat untuk di coba.
b.
Price (Harga)
Untuk menetapkan harga “Sirup
Zinger Kara” perlu
melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga. Untuk penetapan
harga yang perlu dipertimbangkan oleh “Sirup Zinger fruit” yaitu :
- Mencari
suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah,
sehingga bisa menghasilkan produk murah
- Melihat
harga pesaing sehingga kita bisa membandingkan harga yang kita patok dengan
harga pesaing untuk menarik konsumen dan dapat melakukan efisiensi dan
efektifitas dari “Sirup Zinger Kara”.
Harga
yang direncanakan yaitu cukup terjangkau
berkisar dengan harga eceran per botol 500 ml “Sirup Zinger fruit” adalah Rp17.000,- semakin beragam
aneka rasa sirup jahe ini maka akan semakin mahal pula harganya. Harga Grosir Rp. 15.500, minimum
pembelian satu karton isi 12 botol.
c.
Promotion (Promosi)
Promosi
dilakukan dari mulut ke mulut, pemanfaatan sosial media seperti facebook, twitter, instagram, pembuatan website, penyebaran brosur produk event pameran dan memanfaatkan
bantuan para reseller sehingga para pelanggan dengan mudah
mencari atau menemukan “Sirup Zinger fruit”. Dengan gambar-gambar yang menarik maka para
pelanggan akan menyukai dan merasa penasaran terhadap “Sirup Zinger fruit”.
d. Place
(Tempat)
Lokasi atau
tempat yang
di utamakan dalam pemasaran produk
“Sirup
Zinger Kara” adalah wilayah kota
jambi ,kerinci dan daerah lainnya di daerah jambi, serta provinsi lain karena target saya bisa memasarkan produk ini
ke daerah yang suhunya dingin terutama di saat musim hujan. Saya yakin produk
“Sirup Zinger fruit”
akan laris terjual. Serta sasaran produk “Sirup Zinger fruit” adalah swalayan atau supermarket
yang ada di wilayah jambi dan
sekitarnya.
-
Pesaing
Pesaing dari produk minuman jahe “Sirup
Zinger fruit”
ini adalah semua
peemilik usaha sirup jahe yang memiliki sasaran konsumen yang sama, seperti
Sirup Jahe Rosalia, namun untuk persaingan secara nyata belum terlihat ,
karna ini merupakan inovasi baru di kota jambi.
-
Struksi dan Taktik
Dalam sebuah persaingan untuk mendapatkan konsumen, kita
bisa menggunakan taktik untuk mengalahkan pesaing. Taktik yang bisa kita
gunakan bisa pada harga ,kualitas, dan rasa.
Kita bisa menawarkan harga sama dengan pesaing kita, atau
kita tunjukan bahwa kita memliki keunggulan biaya dimata pesaing dan juga dari
segi rasa yang beraneka ragam yang tidak dimiliki oleh pesaing.
Selain harga dan rasa kita harus meningkatkan diferensiasi dan
inovasi produk dengan menambahkan keunggulan pada sebuah produk yang ada dan
manfaatnya. Kita harus tekankan adanya resiko pada harga yang murah.
2.4 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
Walaupun usaha sirup jahe “Sirup Zingerfruit ” ini saya ini masih sebatas planning, akan tetapi apabila
usaha saya ini terwujud, saya memiliki rencana pengembangan usaha diantaranya :
1.
Pembelian
dan peluasan lahan usaha
Pembelian lahan sangatlah penting guna mengembangkan usaha, mengingat
lahan yang saya gunakan hanyalah rumah sendiri maka hal itu menurut saya masih
sangat kurang untuk tempat pembuatan atau memproduksi sirup jahe apabila
semakin berkembang ke depannya. Karena apabila usaha sirup jahe “Sirup
Zinger fruit”
ini semakin besar maka akan
membutuhkan lahan yang lebih luas lagi untuk tempat produksi.
2.
Membuka
cabang usaha “Sirup
Zinger Kara” di tempat lain
Hal ini saya rencanakan dengan maksud perluasan akan usaha
saya. Selain membuka lapangan kerja baru, dengan membuka cabang usaha produksi
sirup jahe “Sirup Zinger fruit” ditempat
lain maka membuka peluang baru dalam penjualan “Sirup Zinger fruit” dan menaikkan omset penjualan sirup jahe ini.
3.
Perluasan
jam terbang
Selain mengincar pasar domestik, untuk jangka waktu panjang.
Saya berharap dapat menembus pasar internasional dengan cara melakukan kegiatan
ekspor impor minuman jahe “Sirup Zinger fruit” antar Negara.
4.
Penambahan
jenis usaha (system waralaba)
Selain mengincar pasar internasional, dalam hal pengembangan
jenis usaha, saya menargetkan akan melebarkan usaha pada bidang pembuatan produk
lain berbahan dasar jahe seperti bumbu jadi ataupun kue. Namun hal tersebut
dapat terwujud apabila omset penjualan minuman jahe saya sudah sangat tinggi
sehingga dengan keuntungan yang sudah diperoleh dapat membeli alat-alat atau
teknologi untuk mengolah jahe menjadi produk lain yang lebih beraneka ragam.
Serta saya juga ingin menargetkan membuka kedai jahe di
sebuah tempat yang dapat menyediakan berbagai minuman jahe hangat maupun dingin
yang beraneka rasa. Tetapi untuk membuka atau membangun kedai jahe sendiri
membutuhkan modal yang besar. Sehingga target ini akan terwujud apabila
keuntungan yang di dapatkan dari penjualan sirup jahe “Sirup Zinger Kara” telah
mencukupi untuk di jadikan modal selanjutnya.
2.5 Analisis
SWOT
- Strength (Kekuatan)
a.
“Sirup Zinger fruit”
adalah minuman herbal yang berbahan dasar jahe, yang banyak manfaatnya bila di
konsumsi serta tanpa bahan pengawet.
b.
Dibandingkan dengan produk sirup jahe sejenis, “Sirup Zinger fruit” memiliki inovasi dari segi rasa
yang lebih bervariasi.
c. Harga “Sirup Zinger fruit” cukup terjangkau bagi target
pasarnya.
-
Weakness (Kekurangan)
a.
“Sirup Zingerfruit” tidak memiliki daya tahan yang lama karena
tanpa pengawet.
b.
Jumlah ketersediaan bahan baku yang tidak menentu.
c.pemasaran yang cukup sulit dikarenakan memperkenalkan
product baru
- Opportunity (Kesempatan)
“Sirup
Zinger fruit” disekitar wilayah pemasaran masih sedikit
sehingga “Sirup Zinger fruit”
bisa menguasai pasar.
-
Threat
(Ancaman)
a.
Munculnya pesaing baru dengan produk sejenis di wilayah pemasaran “Sirup Zinger
fruit”
b.
Menurunnya daya beli target pasar
BAB III
ASPEK PRODUKSI
3.1 Spesifikasi Produk
“Sirup Zinger fruit” adalah minuman herbal yang terbuat
atau berbahan dasar jahe. “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa) mempunyai cita rasa dan
aroma yang berbeda dengan sirup-sirup yang sudah beredar di pasaran karena
“Sirup Zinger fruit”
ini memiliki variant rasa yang bermacam-macam sehingga tak perlu di ragukan
lagi kenikmatannya, selain nikmat jahe juga menyehatkan tubuh apabila sering
mengkonsumsinya.
Jahe
mengandung metabolisme dan dapat memperlancar pencernaan, sehingga apabila kita
rutin mengkonsumsi jahe sebelum makan dipercaya bisa mencegah pembuncitan
perut,
Jahe
bisa melebarkan pembuluh darah dan merangsang pelepasan hormon adrenalin,
sehingga bisa menurunkan tekanan darh tinggi,
Mencegah
terjadinya penggumpalan darah karena mengandung senyawa gingerol,
Menurunkan
berat badan dengan membakar kalori yang diubah menjadi panas tubuh,
Serta
efektif membangun otot sehingga membuat tubuh lebih perkasa, dan mengurangi
rasa sakit pada otot yang disebabkan oleh latihan fisik.
“Sirup Zinger fruit” di kemas dalam botol ukuran sedang
isi 500 ml.
3.2 Proses Produksi
Rencana
produksi sirup jahe adalah 10 kg jahe per hari.
Bahan
:
1.
Jahe
Gajah Segar 5 kg, agar kualitas sirup optimal, gunakan jahe gajah yang tidak
memiliki cacat pada permukaan kulitnya
2.
Jahe
merah/jahe emprit 5 kg
3.
Gula
pasir 10 kg
4.
Gula
jawa 10 kg
5.
Sari
buah / perisai rasa secukupnya
6.
Serai
batang 24 batang, memarkan
7.
Cengkih
sebanyak 1 ons
8.
Pala
10 butir , tumbuk halus
9.
Kayu
Manis ukuran 10 cm, sebanyak 10 batang
10.
Garam
10 sendok teh
11.
Daun
Pandan secukupnya
12.
Air
bersih 20 liter
- Pengental
(CMC) : 1 – 2 % ( berat/volume)
Cara
Pembuatan :
1. Cuci bersih rimpang jahe hingga bebas
dari segala kotoran ataupun tanah kemudian kupas kulitnya dan cuci ulang sekali
lagi agar kotoran benar-benar hilang.
2. Masukkan jahe pada mesin penggiling
kemudian peras agar keluar sari jahenya , tampung dalam panci/wadah. Gilingan jahe
diperas beberapa kali agar sarinya dapat terambil semaksimal mungkin. Agar
memudahkan pemerasan,mesin gilingan jahe perlu diberi air secukupnya. Untuk 10
kg jahe dapat disediakan 5 liter air.
3. Hasil akhir pemerasan jahe berupa
cairan kental berwarna kuning kecoklat-coklatan.
4. Siapkan 20 liter air bersih dalam panci
besar dan panaskan, kemudian masukkan serai, kayu manis, pala, cengkih, garam, daun
pandan rebus sampai mendidih dalam keadaan tertutup.
5. Jika perebusan bumbu telah mendidih,
masukkan sari jahe dan sari buah / perisai dan rebus kembali sampai mendidih
dalam keadaan panci terbuka, kemudian saring dengan kain saringan agar lebih
bening dan bersih
6. Kemudian panaskan larutan jahe beserta
bumbu-bumbu yang telah disaring, masukkan gula pasir dan gula jawa serta
pengental (CMC), masak sampai larut sempurna dan mendidih.
7. Jika sudah larut dan mengental serta
mendidih, matikan api, angkat dan dinginkan, jika sudah dingin simpan dalam
botol steril dengan penutup kedap .
8. Sirup jahe siap untuk dikemas dan di
jual.
3.3 Struktur Biaya
Adapun
rincian biaya “Sirup Zinger Kara” yang harus di keluarkan adalah sebagai
berikut :
|
Total Biaya Tetap |
Rp 4.450.000 |
|
Biaya Variabel |
Satuan |
Harga |
Total Biaya |
|
Jahe Mentah |
10 kg |
Rp 9000/kg |
Rp 90,000 |
|
Gula |
20 kg |
Rp 9000/kg |
Rp 180,000 |
|
Serai |
3 ikat |
Rp 1000/ikat |
Rp 3,000 |
|
Cengkih |
1/2 ons |
Rp 7000/ons |
Rp 3,500 |
|
Pala |
1/2 ons |
Rp 3000/ons |
Rp 1,500 |
|
Sari Buah / Perisa |
6 botol |
Rp 6000/botol |
Rp 36,000 |
|
Pengental (CMC) |
1 bungkus |
Rp 4000 |
Rp 4,000 |
|
Kayu Manis |
1/4 kg |
Rp 5000/kg |
Rp 1,250 |
|
Garam |
1 bungkus |
Rp 1000 |
Rp 1,000 |
|
Botol Kaca 500 ml |
45 botol |
Rp 3500/botol |
Rp 157,500 |
|
Gas LPG ukuran 3 kg |
1 tabung |
Rp 16.000/tabung |
Rp 16,000 |
|
Transportasi |
2 Liter |
Rp 8500/liter |
Rp 17,000 |
|
Logo/Merek |
45 logo |
Rp 500/logo |
Rp 22,500 |
|
Total Biaya Variabel |
|
Rp 533,250 |
|
|
Total Modal |
|
Rp 4,983,250 |
|
3.4 Aspek Produksi / Pabrikasi
A. Analisis
lokasi
Untuk menentukan lokasi usaha ada
2(dua) hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Hubungan ke
belakang (backward linkage), misalnya
bagaimana memperoleh bahan baku. Hubungan ini berdampak pada besarnya biaya
produksi.
2. Hubungan ke
depan (forward linkage), misalnya
daerah hasil pemasaran. Hubungan ini terkait dengan masalah penjualan dan
distribusi produk untuk sampai ke tangan konsumen. Hal-hal yang harus
diperhatikan antara lain :
ü Dekat dengan
sumber bahan baku
ü Dekat dengan
pasar
ü Kemudahan
untuk mendapatkan sumber daya manusia
ü Kemudahan
dalam hal transportasi
ü Kemudahan
dalam memperoleh bahan baku
ü Kemudahan
dalam memperoleh air
ü Sikap
pemerintah setempat dan masyarakat sekitar
3.5 Bangunan, Mesin, Peralatan
Bangunan
sebagai tempat produksi masih menggunakan rumah pemilik yang berada di Jl ir.h.juanda no
00 karena daerah rumah saya termasuk perkotaan jadi bisa dengan mudah mendapatkan
bahan baku yang kita butuhkan melalui pemesanan atau dapat langsung
mendatangi pasar-pasar traditional di jambi. Serta di sini airnya melimpah jadi tidak perlu membeli
untuk memperolehnya sebagai campuran bahan baku. Dan juga di daerah rumah saya
masyarakatnya masih ada yang menganggur jadi kita bisa merekrut mereka untuk
menjadi karyawan pembuatan “Sirup Zinger fruit” sehingga kita memberikan pekerjaan untuk mereka.
Karna di mayang merupakan daerah perkotaan, sehingga transportasi di sini sangat mudah.
Masyarakat yang suka minuman jahe memungkinkan berkembangnya “Sirup Zinger
Kara” ini.
3.6 Kebutuhan Produksi : Fasilitas
dan Peralatan
Fasilitas
dan peralatan yang digunakan untuk membuat “Sirup Zinger fruit” ini sangatlah simple karena tidak
membutuhkan peralatan yang susah. Alat yang paling dasar yang harus dimiliki
yaitu :
1.
Alat
atau mesin penggiling jahe
Mesin giling jahe sangat vital bagi
pengusaha sirup / minuman jahe. Tanpa alat ini, perusahaan yang dibangun tidak
akan berjalan lancar. Mesin di bawah ini digunakan untuk menggiling jahe dalam
kapasitas besar.
Atau bisa juga menggunakan alat
sederhana seperti blender atau mesin yang berukuran kecil dan murah untuk
menggiling / menghaluskan jahe dalam kapasitas kecil.
2. Kompor pemasak
3. Panci besar untuk merebus
4. Material Alat
- Alat-alat
dalam pembuatan sirup antara lain : pisau, baskom/wadah, plastic, alat/kain
perasan, kompor, panci perebus, dll.
- Bahan-bahan yang diperlukan adalah : jahe
,gula, sari buah / perisa dan bumbu-bumbu lainnya.
|
Jumlah Mesin /
Peralatan |
Jumlah Unit |
|
Mesin Penggiling |
1 unit |
|
Kompor + Tabung |
1 unit |
|
Wadah/Baskom |
3 unit |
|
Pisau |
3 unit |
|
Panci Perebus |
2 unit |
|
Botol Kaca |
45unit |
ü Kebutuhan
Bahan Baku, Bahan Pembantu dan Bahan Pendukung
Berikut merupakan kebutuhan bahan
baku, bahan pembantu dan bahan pendukung yang diperlukan “Sirup Zingerfruit” untuk masa produksi 1 hari :
|
Nama Bahan Baku |
Jumlah Unit |
|
Jahe Mentah |
10 kg |
|
Gula |
20 kg |
|
Serai |
3 ikat |
|
Cengkih |
1/2 ons |
|
Pala |
1/2 ons |
|
Sari Buah / Perisa |
3 botol |
|
Pengental (CMC) |
1 bungkus |
|
Kayu Manis |
1/4 kg |
|
Garam |
1 bungkus |
ü Tenaga
Kerja
Bila memakai karyawan ada beberapa
sistem yang dapat ditawarkan antara lain :
a. Sistem bagi hasil atau bonus
b. Sistem gaji
Untuk hal ini lebih disarankan untuk
memakai sistem bagi hasil karena selain karyawan merasa memiliki juga
memberikan semangat kerja.
ü Data
Biaya Pabrik
Data biaya pabrik terdiri dari biaya
tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari investasi awal yang di
investasikan untuk membeli peralatan dalam memulai usaha pembuatan “Sirup
Zinger fruit”
dan biaya variabel yaitu biaya pelengkap seperti biaya bahan baku, listrik dan
trasportasi yang digunakan untuk memproduksi “Sirup Zinger fruit”.
3.7 Aspek
Manajemen
A. Tim
manajemen :
Tim
manajemen “Sirup Zinger fruit” (Sirup Jahe Aneka Rasa) terdiri dari:
1. Manajemen pemasaran :
Manajemen yang menangani
masalah sistem penjualan dari “Sirup Zinger fruit” sehingga manajemen pemasaran
beertugas untuk mempromosikan “Sirup Zingerfruit” kepada masyarakat atau calon
konsumen.
Manajemen pemasaran
bertanggung jawab untuk manarik para konsumen agar menyukai “Sirup Zingerfruit”. Manajemen pemasaran juga
bertanggung jawab agar sistem penjualan dari “Sirup Zinger fruit” lebih efektif dan efesien.
2. Manajemen keuangan
Manajemen keuangan bertanggung
jawab untuk mengelola modal yang ada sehingga terjadi laba yang dihasilkan.
Manajemen keuangan harus bisa memanage modal agar tidak ada kekeliruan dalam
memperkirakan keberlanjutan “Sirup Zinger fruit”. Manajemen keuangan juga harus
menyimpan sebagian modal sebagai investasi agar “Sirup Zinger fruit” tetap stabil dalam keuangannya.
3. Manajemen operasional
Manajemen
operasional ini menjaga peralatan-peralatan “Sirup Zinger fruit” agar tetap terjaga seperti Alat
atau mesin penggiling jahe , Kompor
pemasak ,Panci perebus ,Alat-alat dalam pembuatan sirup antara lain : pisau,
baskom, kain perasan, kompor, panci perebus, dll.
3.8 Aspek Resiko
A. Masalah-masalah
yang potensial
Risiko
yang dihadapi dalam melaksanakan usaha, diantarannya :
• Masalah kualitas produk
• Masalah lingkungan
• Masalah organisasi
• Masalah pemasaran/perdagangan
• Masalah keuangan/permodalan
• Masalah politik, sosial, budaya, dan
peraturan pemerintah
B. Resiko
dan hambatan
Resiko
atau hambatan yang paling utama yaitu sirup jahe aneka rasa yang belum
mempunyai banyak penggemar atau konsumen menyebabkan produk ini masih belum
dikenal orang. Perubahan permintaan konsumen yang berfluktuasi sehingga “Sirup
Zinger fruit”
harus memperhatikan bagaimana selera
konsumen terhadap “Sirup Zinger fruit”, dan melihat para pesaing terutama produk yang sejenis dan
mengantisipasi jika terjadi keadaan yang tidak diinginkan.
Resiko
yang lain yaitu banyaknya isu tentang minuman yang berbahan pengawet. Banyak
pedagang-pedagang yang curang hanya untuk memperoleh keuntungan yang tinggi
menambahkan banyak bahan pengawet pada produk sirup/minuman sehingga
sirup/minuman tersebut bisa sangat tahan lama. Jika isu itu tidak diantisipasi
dengan benar maka akan mengakibatkan penurunan omset atau kerugian. Cara untuk
mengantisipasi isu tersebut yaitu menginformasikan atau memberitahukan mengenai
proses produksi usaha seperti di tulis dengan jelas bahan/komposisi pembuatan
sirup jahe dan juga pemberian keterangan bahwa tanpa bahan pengawet 100%
herbal.
C. Tindakan
alternatif
Tindakan
yang dilakukan untuk mengantisipasi resiko dan hambatan yang ada yaitu
Memperbaiki sistem pemasaran dam manajemen merupakan alternative yang penting
dalam mencegah risiko dan dalam pemsaran yaitu selalu melakukan inovasi yang
baru agar konsumen tidak bosan dengan produk yang ada dan menciptakan produk
unggulan sehingga konsumen lebih mengenal produk “Sirup Zinger fruit” (sirup jahe aneka rasa).
BAB IV
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA DAN
ORGANISASI
4.1. Rencana Bentuk Usaha dan
Struktur Organisasi
SDM
merupakan kunci inti dari keberlangsungan suatu kegiatan ataupun usaha. Tanpa
adanya SDM maka suatu kegiatan ataupun usaha pastilah tidak akan mungkin ada,
karena SDM dapat berfungsi sebagai perencana, pelaku, pengawas usaha dan sebagainya.
Untuk itu Usaha “Sirup Zinger fruit” melakukan perencanaan SDM guna menjalankan usahanya yang
terdiri dari seorang direktur atau pemimpin dan empat orang manager yang
terdiri atas Manager Produksi, SDM, Keuangan dan Pemasaran. SDM yang ada
diharapkan merupakan tenaga kerja yang memiliki semangat serta motivasi dalam
bekerja untuk mengembangkan dan menjadikan usaha ini dapat berdaya saing
tinggi.
4.1.1 Bentuk Usaha
“Sirup
Zinger fruit”
merupakan salah satu nama usaha yang sekaligus dijadikan nama produk yang
memanfaatkan jahe sebagai bahan utama. Pemanfaatan jahe disini dikarenakan
banyak masyarakat mulai dari kalangan bawah sampai atas yang menyukai olahan berbagai
macam minuman dari jahe ini dengan manfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia.
Untuk itulah kami menjadikan olahan jahe ini yang berpusat pada olahan sirup
jahe dengan berbagai macam varian rasa.
Untuk
lebih meningkatkan dan mengembangkan usaha kedepannya sehingga olahan jahe ini
dapat bersaing dengan olahan minuman lainnya, kami menjadikan usaha ini dalam
betuk CV. Pemilihan bentuk usaha CV disini dibandingkan dengan bentuk usaha
lainnya seperti PT ataupun lainnya didasarkan atas :
·
Mudah
proses pendiriannya.
·
Kebutuhan
akan modal dapat lebih dipenuhi.
·
Dari
segi kepemimpinan, persekutuan komanditer relatif lebih baik.
·
Sebagai
tempat untuk menanamkan modal, persekutuan komanditer cenderung lebih baik,
karena bagi sekutu diam akan lebih mudah untuk menginvestasikan maupun
mencairkan kembali modalnya.
4.1.2 Struktur Organisasi
Direktur
: mampu mengatur atau memimpin dan mengawasi serta menjadi contoh bagi tenaga
kerjanya.
·
Manager
Produksi : melakukan kegiatan produksi dari usaha “Sirup Zinger fruit”.
·
Manager
SDM : mengurusi masalah ketenaga kerjaan dalam usaha “Sirup Zinger fruit”.
·
Manager
Keuangan : bertugas mencatat baik pendapatan maupun pengeluaran serta kegiatan
ekonomi lainnya dari usaha “Sirup Zinger fruit”.
·
Manager
Pemasaran : bertugas mengurus pemasaran dan memilih strategi pemasaran yang
tepat untuk memperkenalkan produk dari usaha “Sirup Zinger fruit” dan proses pengembangan usahanya
serta hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran lainnya.
4.1.3 Susunan direktur, penasehat,
konsultan dan lain-lain
Susunan direktur, penasehat, konsultan dan
lain-lain terdiri dari :
1.
Penanggung
Jawab
2.
Konsultan
3.
Bendahara
4.
Penanggung
Jawab
5.
Konsumen
6.
Distribusi
& Transportasi
4.2 Pengurusan Perizinan
Dalam
menjalankan usahanya baik itu usaha kecil maupun besar perizinan merupakan hal
yang harus dipenuhi guna untuk memperlancar usahanya. Begitu juga usaha “Sirup
Zinger fruit”
yang melakukan kegiatan usahanya dibidang minuman yakni sirup jahe, akan menggunakan
salah satu jenis perizinan berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). SIUP
adalah Izin Usaha yang dikeluarkan Instansi Pemerintah melalui Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kota/Wilayah sesuai domisili perusahaan yang
digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha dibidang Perdagangan Barang/Jasa di
Indonesia sesuai dengan KLUI (Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia).
Fungi
dari pembuatan SIUP yaitu :
·
Sebagai
lisensi/ izin usaha untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan (legalitas
usahanya).
·
Sebagai
alat untuk melakukan pembinaan dan pengendalian dunia usaha.
·
Dengan
mempunyai SIUP, perdagangan ekspor impor akan lebih lancar.
·
SIUP
adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan lelang yang
diselenggarakan oleh pemerintah.
4.2.1
Struktur Legal : perjanjian cadangan
barang, perjanjian tenaga kerja, kepemilikan dan lain-lain
Struktur
legal : perjanjian cadangan barang, perjanjian tenaga kerja, kepemilikan dan
lain-lain yaitu :
1. perjanjian cadangan barang seperti cadangan
bahan baku yaitu melakukan kerjasama dengan petani / pedagang jahe cara grosir
atau eceran.
2. Perjanjian tenaga kerja dilakukan dengan
Sistem bagi hasil atau bonus dan Sistem gaji. Karyawan juga di ajak kerjasama
untuk berinvestasi dalam menambah modal dari “Sirup Zingerfruit”. Serta juga bisa mengajak
kerjasama pemilik swalayan untuk memasok produk kita.
BAB V
ASPEK KEUANGAN
5.1
Aspek Finansial
A. Perkiraan finansial
1.
Keuntungan dan kerugian
2.
Arus kas
3.
Analisia BEP
4.
Biaya
Biaya Tetap :
|
Biaya Tetap |
Harga |
Umur Ekonomis |
Perhitungan Penyusutan |
Penyusutan |
|
Penyusutan mesin penggiling |
Rp 3,500,000 |
5 tahun |
1/60 x Rp 3.500.000 |
Rp 58,333 |
|
Penyusutan peralatan masak |
Rp 800,000 |
3 tahun |
1/36 x Rp 800.000 |
Rp 22,222 |
|
Penyusutan perlengkapan lain |
Rp 150,000 |
1 tahun |
1/12 x Rp 100.000 |
Rp 8,333 |
|
Total biaya tetap |
Rp 4,450,000 |
|
Rp 88,888 |
|
Aktiva Lancar per Hari :
|
Biaya Variabel |
Satuan |
Harga |
Total Biaya |
|
Jahe Mentah |
10 kg |
Rp
9000/kg |
Rp 90,000 |
|
Gula |
20 kg |
Rp 9000/kg |
Rp 180,000 |
|
Serai |
3 ikat |
Rp 1000/ikat |
Rp 3,000 |
|
Cengkih |
1/2 ons |
Rp 7000/ons |
Rp 3,500 |
|
Pala |
1/2 ons |
Rp 3000/ons |
Rp 1,500 |
|
Pengental (CMC) |
1 bungkus |
Rp 4000 |
Rp 4,000 |
|
Sari Buah / Perisa |
6 botol |
Rp 6000/botol |
Rp 36,000 |
|
Kayu Manis |
1/4 kg |
Rp 5000/kg |
Rp 1,250 |
|
Garam |
1 bungkus |
Rp 1000 |
Rp 1,000 |
|
Botol Kaca 500 ml |
45 botol |
Rp 3500/botol |
Rp 157,500 |
|
Gas LPG ukuran 3 kg |
1 tabung |
Rp 16.000/tabung |
Rp 16,000 |
|
Transportasi |
2 Liter |
Rp 8500/liter |
Rp 17,000 |
|
Logo/Merek |
45 logo |
Rp 500/logo |
Rp 22,500 |
|
Total Biaya Variabel |
|
Rp 533,250 |
|
|
Total Biaya Variabel
untuk 1 bulan |
|
Rp 15,997,500 |
|
|
Total Biaya Variabel
untuk 1 tahun |
|
Rp 191,970,000 |
|
5.2 Analisis Proyeksi Keuangan
Pemasukan per bulan :
Penjulan
sirup misalkan penjualannya di asumsikan yaitu 45 botol per hari dengan isi 500
ml per botolnya. Pembuatan sirup jahe per harinya menghasilkan 2,25 liter.
45
x Rp 17.000 x 30 hari = Rp 22.950.000
Total
(TR) = Rp 22.950.000
Total Biaya Variabel (1 bulan) = Rp 15.997.500
Total Biaya Tetap (TFC)
=Rp 4.450.000
Total biaya (TC) = (TFC) + (TVC)
= Rp 4.450.000 +
Rp 15.997.500
= Rp 20.447.500
a. Biaya dan Harga
Per Unit
Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah Rp 4.450.000 : 1 tahun (12
bulan) = Rp 370.833
Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan = Rp 370.833 + Rp 15.997.500 = Rp 16.368.333
Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan :
jumlah produk yang dihasilkan per bulan
![]()
Harga
jual per unit Rp 17.000
b. Modal Awal
Modal awal =
Total Biaya Tetap + Biaya Variabel (selama 1 Bulan)
= Rp
4.450.000 + 15.997.500 = Rp 20.447.500
5.3 Analisis Titik Impas (Break Even
Point)
BEP Harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi
= Rp 16.368.333
: 1350 unit = Rp 12.124
Harga jual per unit Rp 17.000
BEP Produksi =
Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit
=
Rp16.368.333 : Rp 17.000 = 962 unit
Jadi, untuk mencapai titik impas (BEP) maka dalam produk
“Sirup Zinger fruit”
yang harus terjual dalam satu bulan adalah 962 unit dengan harga per produk
adalah Rp 12.124
5.4 Analisis Keuntungan (Proyeksi
Laba/Rugi)
Pendapatan :
45
botol x Rp 17.000 x 30 hari = Rp 22.950.000
Total
(TR) = Rp 22.950.000
Total Pendapatan Rp 22.950.000
Total Biaya Produksi dlm 1 bulan Rp 16.368.333
Keuntungan (Total pendapatan
–Total biaya produksi) Rp 6.581.667 / bulan
Keuntungan dalam 1 tahun Rp 2.131.667 x 12
= Rp 78.980.004 / tahun
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 1350 botol
sirup jahe dengan harga Rp 17.000/botol dalam 1 bulan adalah Rp 6.581.667
5.5. Pengembalian Modal (Pay Back Period)
PBP =
=
3,10 bulan (3 bulan 3 hari)
Jadi modal akan kembali dalam jangka
waktu 3 bulan 3 hari dengan penjualan 45 botol dengan harga Rp 17.000 per
harinya.
5.6
Sumber-Sumber
Dan Pemakaian Dana (Financial Engineering)
Sumber pendanaan berasal dari :
1. Modal
sendiri 25%
2. Sistem
perjanjian dengan karyawan atau sistem bagi hasil sehingga dengan sistem ini
maka akan terjalin kerjasama dan kepercayaan. Karyawan dapat di ajak kerjasama
dalam bisnis “Sirup Zinger fruit”
seperti 25% modal bisa dari karyawan sebagai modal awal.
3. Sistem
perjanjian atau kerjasama dengan pihak / pemilik supermarket yang menjual
berbagai macam makanan dan minuman. Jadi dengan menjelaskan keunggulan produk “Sirup
Zinger fruit”
ini, pihak investor bisa memberikan dana sebagai modal awal misalnya 50%. Selanjutnya
produk “Sirup Zingerfruit”
setelah di produksi di distribusikan langsung di supermarket tersebut.
Pendanaan terhadap hal ini dapat dibagi
menjadi 4 bagian yaitu :
1) Biaya
Investasi Berupa :
-
Investasi Peralatan seperti Mesin, Kompor, Mangkok, Pisau ,Panci ,dan lain-lain
2) Biaya
Investasi Berupa stok minuman untuk dijual.
3) Biaya
Tetap berupa : Gaji karyawan , Listrik , biaya lainnya.
4) Biaya
Tidak Tetap berupa : Service alat, dan lain sebagainya.
BAB
VI
KESIMPULAN
Usaha sirup jahe “Sirup Zinger fruit” ini termasuk usaha rumahan yang
cukup menjajikan dengan omset yang tinggi, namun para wirausaha harus tetap
memperhatikan kualitas agar tidak mengecewakan konsumen . Wirausaha harus
memiliki analisis SWOT yang kuat dalam perusahaannya dan harus bisa menganalisa
SWOT demi mengembangkan usahanya agar lebih baik dan lancar. Agar tidak
menimbulkan kegagalan usaha di tengah jalan seorang wirausaha harus memiliki
planning yang maksimal agar usaha berkembang dengan cepat. Dan perusahaan kami
akan selalu mendengar setiap kritikan dari konsumen dan selalu berinovasi dalam
produksinya.
Komentar
Posting Komentar